kudengar nyanyian angin menerpamu
tapi apa yang kau tertawakan
apa karena angin lembut yang menyapamu
atau kau merasa telah melebihi semuanya
kulihat jelas pandanganmu
kerut di wajah yang menghias
semua tampak nyata
tapi pesona dunia terus bersama...............
beberapa daunmu telah menghilang
rantingmu pun telah mengering
kenyataan.....................................
engkau tetap di harapkan
mungkin mereka tertawa
atau juga mereka menghina
tapi mereka takkan pernah bisa tau
engkau lebih berharga.........................
Selasa, 25 Maret 2008
Senin, 24 Maret 2008
kehidupan
telah mengembang sayap-sayapnya
bening sorot mata kehidupan
menukik keras membelah angkasa
mencengkeram erat tubuh sang jelata
kegelapan yang menemani
sang jelata terus sembunyi
berkerudung ilalang mengering
merayap-rayap tangan sang pendamping
harap kelam telah pergi
demi perut yang menari
menahan beban penuh duri
kebringasan anarki
kehidupan
akankah terus berputar
aku ingin kembali
walau terlihat samar dalam cahaya terang
harap lepas dari sang kekang
bening sorot mata kehidupan
menukik keras membelah angkasa
mencengkeram erat tubuh sang jelata
kegelapan yang menemani
sang jelata terus sembunyi
berkerudung ilalang mengering
merayap-rayap tangan sang pendamping
harap kelam telah pergi
demi perut yang menari
menahan beban penuh duri
kebringasan anarki
kehidupan
akankah terus berputar
aku ingin kembali
walau terlihat samar dalam cahaya terang
harap lepas dari sang kekang
sayap kata
kujabarkan sebuah kata
dengan penuh arti dan makna
kutuangkan dalam kaca
moga akan berguna
coretan-coretan terus menari
seakan mencuri arti
walau menyelam dalam celah sepi
PASTI.......................................
inikah sang penghalang
sulit aku mengerti
tapi kadang memberi arti
sebuah kata menjadi bermakna
celah terlihat jelas
senyum kecil di SENJA KATA
menari menghias kaca
mengembang dalam coretan makna
dengan penuh arti dan makna
kutuangkan dalam kaca
moga akan berguna
coretan-coretan terus menari
seakan mencuri arti
walau menyelam dalam celah sepi
PASTI.......................................
inikah sang penghalang
sulit aku mengerti
tapi kadang memberi arti
sebuah kata menjadi bermakna
celah terlihat jelas
senyum kecil di SENJA KATA
menari menghias kaca
mengembang dalam coretan makna
bayang masa lalu
kuhentikan waktu
terulang perjalanan tawa samar itu
dan aku menunggu............................
tawa riang yang terngiang
terkumpul terbang terbawa debu
apa itu arti terhentinya angan ciptaku
apa dayaku !!!
walau waktu terhenti
walau aku telah kembali
bingkai rapi akan tetap terisi
kenangan telah berjanji
akan berjalan kembali
demi masa yang tercipta
tetap damai selamanya
terulang perjalanan tawa samar itu
dan aku menunggu............................
tawa riang yang terngiang
terkumpul terbang terbawa debu
apa itu arti terhentinya angan ciptaku
apa dayaku !!!
walau waktu terhenti
walau aku telah kembali
bingkai rapi akan tetap terisi
kenangan telah berjanji
akan berjalan kembali
demi masa yang tercipta
tetap damai selamanya
Senin, 17 Maret 2008
sayap sebuah kata
sebuah kata tak bermakna
tersudut sempit di ruangan tak bercelah
mengendus dan terus meraksa
memandang nanar memedar makna
telah kering darahnya
membeku sungai nafasnya
mememedar makna dalam raga
arti sebuah kata yang lama tertera
melebarkan khayalannya
dalam ruangan tak berarti
keheningan menemani
coretan angan yang terus menari
semua telah memancarkan sinarnya
kotoran mengngongok telah menghilang
nafas segar baru
dalam kalbu telah tertuju
perasaan CINTA
sunyi dan sepi
dua kata yang telah lama mengendap di hati
sendiri dan terkunci
seolah tak bernadi
cinta
kemanakah arti itu hanyut
ingin aku lempar hatiku
dengan mutiara dan perunggu
telah lama aku membeku
menuggu hingar bingar di kalbu
seakan tak tertuju
arti cinta di tepi jurang hati
datanglah bidadari
setia aku nanti
kan aku rawat di hati
sepenuh darah di nadi
dua kata yang telah lama mengendap di hati
sendiri dan terkunci
seolah tak bernadi
cinta
kemanakah arti itu hanyut
ingin aku lempar hatiku
dengan mutiara dan perunggu
telah lama aku membeku
menuggu hingar bingar di kalbu
seakan tak tertuju
arti cinta di tepi jurang hati
datanglah bidadari
setia aku nanti
kan aku rawat di hati
sepenuh darah di nadi
kehidupanku
pencarian telah berjanji
benarkah ini aliran darahku??????
atau pikiran cacing yang lama membatu
dalam peti yang bertalu
telah tumbuh dari waktu ke waktu
telah mengepak sayap hitamku
lama berhenti api darahku
pencarian jalan baru
menghilang lenyap pennyambung laju
inikah daging tak berguna
berjanji akan terus berlari
mencari utuhnya aliran darah
walau kabut hitam menutup nyali
belum terbuka gorong-gorong nadi
telah terhenti nafas ini
kehidupan akan abadi
benarkah ini aliran darahku??????
atau pikiran cacing yang lama membatu
dalam peti yang bertalu
telah tumbuh dari waktu ke waktu
telah mengepak sayap hitamku
lama berhenti api darahku
pencarian jalan baru
menghilang lenyap pennyambung laju
inikah daging tak berguna
berjanji akan terus berlari
mencari utuhnya aliran darah
walau kabut hitam menutup nyali
belum terbuka gorong-gorong nadi
telah terhenti nafas ini
kehidupan akan abadi
manusia
MANUSIA
belahan daging seakan tak berguna
dasar cela yang menganga
porak poranda karena langkahnya
unsur dunia
harap tercipta nafas membara
atas langkah yang lama sirna
agar tercipta bejana surga
inti daging telah menghitam
bayang samar terus menyebar
caci maki yang menggumpal
dapatkah kita gusur
mungkin inilah langkahnya
apakah ini tempatnya
pengharapan dasar jurang
yang terhadang kerikil tajam
belahan daging seakan tak berguna
dasar cela yang menganga
porak poranda karena langkahnya
unsur dunia
harap tercipta nafas membara
atas langkah yang lama sirna
agar tercipta bejana surga
inti daging telah menghitam
bayang samar terus menyebar
caci maki yang menggumpal
dapatkah kita gusur
mungkin inilah langkahnya
apakah ini tempatnya
pengharapan dasar jurang
yang terhadang kerikil tajam
bayang semu perempuan
terlihat jelas di matanya
keelokan sang cahaya
ingin darah menggapainya
seakan kulit menjilatnya
waktu
sinar dunia sang pujagga
wadaq lahir sang pesona
dalam api beku nista raga
hijau bumi pun menari
sayap-sayap seakan terhenti
keelokan penuh misteri
dan yang pasti...............
inikah raungan janji
atas hati yang tak pernah mati
keelokan sang cahaya
ingin darah menggapainya
seakan kulit menjilatnya
waktu
sinar dunia sang pujagga
wadaq lahir sang pesona
dalam api beku nista raga
hijau bumi pun menari
sayap-sayap seakan terhenti
keelokan penuh misteri
dan yang pasti...............
inikah raungan janji
atas hati yang tak pernah mati
sepenggal kisah
aku tidak tau apa yang sedang terjadi
kutanya awan yang sedang berlari
kutanya mendung yang sedang merenungi diri
hanya bayang semu yang seakan mencaci maki
telah pecah jendela hati
dalam untean kidung celah bumi
mendidih darahku!!!!!!!!!!!!!!!
udara nista seakan menghancurkan pori-pori nafasku
inikah selokan selimut tapak jiwaku
hatiku seakan tersayat
anganku melayang kepuncak berkabut
dapatkah aku merangkuhnya
nafas yang memburu
jantung yang bertalu
menggobarlah apiku
dalam cerca dunia kelabu
kutanya awan yang sedang berlari
kutanya mendung yang sedang merenungi diri
hanya bayang semu yang seakan mencaci maki
telah pecah jendela hati
dalam untean kidung celah bumi
mendidih darahku!!!!!!!!!!!!!!!
udara nista seakan menghancurkan pori-pori nafasku
inikah selokan selimut tapak jiwaku
hatiku seakan tersayat
anganku melayang kepuncak berkabut
dapatkah aku merangkuhnya
nafas yang memburu
jantung yang bertalu
menggobarlah apiku
dalam cerca dunia kelabu
Sabtu, 15 Maret 2008
harap
inikah jerit jiwaku
atau dawai gitar yang teradu
dalam kesunyian hati yang beku
dalam api yang membiru
telah aku coba untuk mengadu
pada keheningan roda-roda tertuju
pada lesung yang bertalu
pada cahaya yang terus menunggu
malam sunyi tlah berlalu
menunggu hati kian membatu
kehidupan telah tertuju
untukmu pelangi embun pagiku
atau dawai gitar yang teradu
dalam kesunyian hati yang beku
dalam api yang membiru
telah aku coba untuk mengadu
pada keheningan roda-roda tertuju
pada lesung yang bertalu
pada cahaya yang terus menunggu
malam sunyi tlah berlalu
menunggu hati kian membatu
kehidupan telah tertuju
untukmu pelangi embun pagiku
air dosa
hatiku berjingkrak
mataku mendongak
bergeliat darahku
air dosa dihidupku
teman bilang satu untuk semua
mereka bilang kenikmatan yang utama
melayang anganku
terkekang keyakinanku
telah kotor kehidupanku
telah terhenti jalan hidupku
air dosa penenang raga
dalam jiwa yang terpana
mataku mendongak
bergeliat darahku
air dosa dihidupku
teman bilang satu untuk semua
mereka bilang kenikmatan yang utama
melayang anganku
terkekang keyakinanku
telah kotor kehidupanku
telah terhenti jalan hidupku
air dosa penenang raga
dalam jiwa yang terpana
aku
inikah aku
terbungkam dalam panah rindu
terhempas dalam jurang syahdu
terhenyak terus berlalu
nafas yang tersengal
mata yang nanar
dalam jiwa yang longgar
dalam sumbu jiwa yang terkapar
roda-roda jiwa yang menghambar
sinar-sinar mata yang terpancar
panah asmara yang terpental
dalam celah rasa lapar
terbungkam dalam panah rindu
terhempas dalam jurang syahdu
terhenyak terus berlalu
nafas yang tersengal
mata yang nanar
dalam jiwa yang longgar
dalam sumbu jiwa yang terkapar
roda-roda jiwa yang menghambar
sinar-sinar mata yang terpancar
panah asmara yang terpental
dalam celah rasa lapar
Selasa, 11 Maret 2008
resah jiwa
pikiran apakah ini!!!!!!!!
melaju keras dalam hembusan kata-kata yang tak berarti
rembulan
matahari
telah berjanji menerangi langkah kaki kecil yang tak beralaskan jati diri
kini semua tak lagi alami, setelah kata-kata kecil membisiki hati.
melaju keras dalam hembusan kata-kata yang tak berarti
rembulan
matahari
telah berjanji menerangi langkah kaki kecil yang tak beralaskan jati diri
kini semua tak lagi alami, setelah kata-kata kecil membisiki hati.
?????????????
?????......
kulihat kotoran dosa dalam darahku yang seakan-akan tertawa keras mengejek aku
kulihat buram jiwaku seperti aku lihat duniaku
debu yang beregelombang,tanah yang mengambang,jiwa yang terbungkam
KEMANAKAH NAFASKU
sinar-sinar mata yang menyeruak dalam sengal jiwaku
membuat henti seluruh persendian aura hidupku
cahaya-cahaya-cahaya
dengungan dari samar dunia yang akan sirna
terdengar menghentak khayalan kelingking jariku................
kulihat kotoran dosa dalam darahku yang seakan-akan tertawa keras mengejek aku
kulihat buram jiwaku seperti aku lihat duniaku
debu yang beregelombang,tanah yang mengambang,jiwa yang terbungkam
KEMANAKAH NAFASKU
sinar-sinar mata yang menyeruak dalam sengal jiwaku
membuat henti seluruh persendian aura hidupku
cahaya-cahaya-cahaya
dengungan dari samar dunia yang akan sirna
terdengar menghentak khayalan kelingking jariku................
Langganan:
Postingan (Atom)
